Walaupun sudah Lebaran dan sepi, udara yang ada di Jakarta tetap masih jadi yang terkotor

Walaupun sudah Lebaran dan sepi, udara yang ada di Jakarta tetap masih jadi yang terkotor

 

Walaupun sudah Lebaran dan sepi, udara yang ada di Jakarta tetap masih jadi yang terkotor – Setiap tahunnya jutaan kendaraan meninggalkan Jakarta saat arus mudik Idul Fitri. Tak heran hal ini membuat beberapa ruas jalan yang biasanya sangat padat menjadi lenggang.

Berdasarkan pantauan, ruas jalan yang akrab dengan kemacetan karena merupakan area perkantoran seperti Jl Gatot Subroto, Jl. Satrio, dan Jl. Kemang Raya terlihat sangat lenggang. AGEN BANDAR TERPERCAYA

Walaupun sudah Lebaran dan sepi, udara yang ada di Jakarta tetap masih jadi yang terkotor

Meski demikian, ada realitas yang cukup mengejutkan di Idul Fitri 1440 Hijriah. Kualitas udara Jakarta rupanya masih buruk pada H-1 Lebaran. JUDI DOMINO

Padahal salah satu sumber polutan yakni pembakaran kendaraan bermotor sudah berkurang signifikan mengingat jutaan kendaraan telah meninggalkan Jakarta.

Oleh karena itu ia menuding ada sumber polutan lain yang membuat udara Jakarta sangat buruk.

Ia meminta agar Pemprov Jakarta bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bisa mencatat sumber-sumber polusi dan tren penurunan hingga peningkatan AQI US Jakarta.

Kandungan Particulate Matte (PM) 2,5 Jakarta juga sangat tinggi pada 4 Juni 2019 pukul 00.00 WIB dengan angka 135 mikrogram/m3. Dengan angka ini, PM 2,5 di Jakarta masuk kategori tidak sehat.

Walaupun sudah Lebaran dan sepi, udara yang ada di Jakarta tetap masih jadi yang terkotor

PM 2,5 adalah senyawa partikel berukuran kurang dari 2,5 mikrometer. Partikel ini mengancam kesehatan masyarakat karena bisa masuk ke paru-paru hingga jantung manusia.

Direktur Pengendalian Pencemaran Udara Dasrul Chaniago mengatakan pada hari Lebaran dan malam takbiran, PM 2,5 meningkat karena banyak kendaraan yang turun di jalan. AGEN POKER

Alat pemantau PM 2,5 bisa mengetahui kondisi udara tingkat sehat, tidak sehat bagi orang sensitif (gangguan pernapasan atau asma), dan tidak sehat di suatu area. Alat ini bisa mengukur debu dengan partikel di bawah 2,5 mikrometer yang bisa masuk sampai ke paru-paru manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *